Tampilkan postingan dengan label Shalat Subuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shalat Subuh. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Maret 2016

✿ Dahsyatnya ‘Shalat Subuh’ Berjamaah.


[Seputar Ibadah Shalat]
✿ Dahsyatnya ‘Shalat Subuh’ Berjamaah.

✔ Dahsyatnya Shalat Subuh.

Shalat subuh berjamaah bagi laki-laki dan shalat subuh pada awal waktu bagi wanita merupakan suatu masalah yang harus diperhatikan dalam kehidupan umat manusia. Hal ini yang ditetapkan dalam rangka membangun umat ISLAM. Persoalannya bukan hanya sekedar dua roka’at, atau sekedar bertambahnya kebaikan, tetapi lebih dari itu. Shalat subuh tepat waktu akan membiasakan hidup teratur dalam sehari penuh.

Hidup dengan menapaki aturan yang di inginkan-Nya, yaitu aturan yang telah Allah terapkan dalam alam semesta agar berjalan dengan kaidah-Nya. Shalat subuh mengikat ketergantungan umat muslim pada Rabb-nya sejak pagi sebagai permulaan hari. Dengan demikian umat Islam memulai harinya dengan ketaatan, dzikir, shalat, dan doa. Shalat subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari.

Apakah bagi Anda, masyarakat ideal adalah masyarakat yang terdiri dari para aktris, penyanyi, dan aktor ??? Apakah menurut Anda, masyarakat yang ideal adalah masyarakat yang terdiri dari para dosen di perguruan tinggi meski mereka orang-orang yang sekuler, atau para pakar dan ilmu pengetahuan walau mereka itu rapuh, atau pedagang dan pemilik pabrik yang besar, sekalipun mereka ingkar ???

Tidak demikian… masyarakat ideal yang hakiki adalah mereka yang terdiri dari orang-orang yang menjaga shalat subuh berjamaah. Shalat subuh merupakan standar nilai sebuah umat. Umat yang lalai akan shalat subuh berjamaah, adalah umat yang tidak berhak mendapat kejayaan, akan tetapi berhak untuk diganti dengan yang lain. Umat yang menjaga shalat subuh secara berjamaah adalah umat yang berhak tegak kokoh di muka bumi.

Pernah salah seorang penguasa Yahudi, menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang ISLAM kecuali pada satu hal. Ialah bilamana jumlah jama’ah shalat subuh mencapai jumlah jamaah shalat Jum’at. Entah perkataan ini memang benar atau tidak, yang pasti memang benar adanya. Tanpa shalat subuh, umat Islam tidak lagi berwibawa. Sesungguhnya menegakkan shalat adalah menegakkan dengan memenuhi seluruh syarat-syaratnya. Di awal waktu, pada tempat yang diperintahkan Allah, dengan penuh kekhusyukan, tunduk, permohonan dan pengharapan. Shalat demikian akan membangun hubungan antara seorang hamba dan Rabb-nya. Juga merupakan salah satu sarana meraih kemenangan.

Salah satu ciri kedahsyatan shalat subuh diantaranya adalah kehancuran kaum nabi Luth, kapan peristiwa itu terjadi ? Hal tersebut terdapat pada surat (QS. Hud : Ayat - 81), berikut pengertiannya :
“Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat ?“

Yang bila diartikan adalah bukankah Allah mampu menghancurkan mereka kapan saja, siang atau malam. Inilah saat yang pertama keadilan muncul, setelah kezhaliman. Saat yang pertama kebaikan datang…

✔ Hari Yang Dirindu.

Saya merindukan suatu hari, dimana masjid dipenuhi kaum muslimin. Mereka berusaha pergi kerumah Allah dengan penuh sukacita, menunggu adzan subuh dengan penuh kerinduan. Dari belakang muadzin, mereka menjawab lantunan adzan yang berkumandang, penuh penghayatan. Mereka itu berada dalam pertemuan dengan Allah.

Saya merindukan datangnya suatu hari, saat seorang muslim begitu menyesal dan sangat merasa sedih, gara-gara tertinggal shalat subuh, sekali saja. Itu karena ia merasa kehilangan sesuatu yang benar-benar bernilai, lebih mahal dari dunia dan seisinya.

Saya merindukan suatu hari, saat para pemimpin umat Islam di seluruh dunia menjadi imam shalat subuh bagi rakyatnya, dan juga shalat-shalat yang lain. Saya merindukan itu semua. Dan saya meyakini bahwa kenyataan yang sedang kita alami hari ini, sebelumnya adalah mimpi kemarin-kemarin. Sebagaimana saya meyakini, bahwa apa yang kita cita-citakan hari ini, akan terwujud esok hari,Insya Allah.

Semoga keselamatan selalu terlimpah pada Rasulullah dan pada kita semua. Dan semoga kita bisa memperbaiki pribadi dari kita masing-masing (Termasuk saya) agar bisa merasakan kedahsyatan shalat subuh, Amien…

Dikutip dari : Misteri shalat subuh karya DR. Raghub As-Sirjani



※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.

“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)


Kamis, 10 Maret 2016

✿ Bagaimana Shalat Shubuh ketika Bangun Kesiangan.


[Seputar Ibadah Shalat]
✿ Bagaimana Shalat Shubuh ketika Bangun Kesiangan.

Pernahkah mengalami bangun kesiangan akibat tidur yang terlalu larut malam. Matahari telah terbit kita baru bangun tidur, Shalat Shubuh Kesiangan. Bingung apakah boleh mengqadha shalat subuh atau tidak? Ini dia jawabannya.

Jika bangun kesiangan, ketiduran atau lupa disebabkan ketidak sengajaan, para ulama sepakat wajib mengqadha ketika sadar dan ingat. Sesuai dengan hadits Nabi saw, “Sebenarnya bukanlah kategori lalai jika karena tertidur. Lalai adalah bagi orang yang tidak shalat sampai datang waktu shalat lainnya. Barangsiapa yang mengalami itu maka shalatlah dia ketika sadar.” (HR.Muslim, 311/681).

“barangsiapa yang lupa dari shalatnya maka shalatlah ketika dia mengingatnya, dan tidak ada kafarah (tebusan) kecuali dengan cara itu.” (HR. Muslim, 314/684).

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan, “Mengqadha shalat adalalah wajib menurut kesepakatan ulama bagi orang yang lupa dan tertidur.” (Fiqh Sunnah)
Nabi Saw dan para sahabatnya pernah mengalami hal seperti ini. Adanya peristiwa serupa yang dialami oleh Nabi saw dan Para sahabat, menjadi panduan buat kita bagaimana menyikapinya.  Yang jelas, kasus seperti ini hendaknya tidak menjadi kebiasaan.

‘Imran bin Hushain Radhiallahu ‘Anhu bercerita : “Mereka bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai meninggi matahari. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, Beliau tidak membangunkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terbangun. Lalu beliau keluar dan Shalat Subuh bersama kami.”  (HR. Bukhari (3571), Muslim (312/682).

Dalam kisah ini, Nabi saw dan para sahabatnya baru Shalat Subuh ketika matahari sudah meninggi, setelah mereka terbangun dari tidur. Ini menunjukkan bolehnya hal itu, jika disebabkan tertidur yang membuatnya melewati waktu Subuh sebenarnya. Tetapi, sekali lagi, ini bukanlah kebiasaan mereka, tetaplah yang paling utama dan disukai Allah Ta’ala adalah Shalat Subuh tepat pada waktunya.

Bangun kesiangan karena ketidaksengajaan maka wajib shalat ketika terbangun dari tidurnya, walaupun telah melewati waktunya. Mari kita berusaha agar bangun tidur tidak kesiangan dan shalat subuh di awal waktu.

※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin

**********************
☆ Salam buat isteri :
‘Siti Nurjanah’


 
;